Bandara Soekarno-Hatta Gelar Simulasi Serangan Siber Jelang Lonjakan Penumpang Nataru

IDHACK.CO.ID – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta meningkatkan kesiapsiagaan keamanan siber dengan menggelar Cyber Security Exercise 2025. Latihan ini difokuskan untuk mengantisipasi potensi serangan siber yang dapat mengganggu sistem operasional bandara selama periode puncak libur akhir tahun.

General Manager Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, menegaskan bahwa ketahanan sistem digital kini menjadi bagian krusial dari kesiapan operasional bandara.

Pernyataan tersebut disampaikan General Manager Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, pada Sabtu, 13 Desember 2025, dalam konteks kesiapan bandara menghadapi periode puncak akhir tahun. Heru menekankan kesiapan operasional bandara tidak hanya soal layanan lapangan, tetapi juga ketahanan sistem digital pendukung layanan penerbangan.

“Kesiapan operasional tidak hanya ditentukan oleh layanan di lapangan, tetapi juga oleh ketangguhan seluruh sistem digital yang mendukung pergerakan penumpang dan pesawat,” ujar Heru dalam keterangannya.

Latihan keamanan siber ini menyasar berbagai sistem vital bandara, mulai dari layanan check-in, baggage handling, sistem otomasi, SCADA, hingga perangkat Internet of Things (IoT) dan jaringan komunikasi terminal. Menurut Heru, pengujian ini dilakukan untuk memastikan respons dan koordinasi antarunit berjalan efektif saat menghadapi insiden nyata.

“Melalui latihan ini, kami ingin memastikan seluruh prosedur, mekanisme koordinasi, serta kemampuan mitigasi dan pemulihan sistem dapat berjalan cepat dan terukur,” jelasnya.

Heru menambahkan, momentum menjelang libur Natal dan Tahun Baru memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi karena meningkatnya ketergantungan terhadap sistem digital di tengah lonjakan jumlah penumpang. Oleh karena itu, ketahanan siber menjadi bagian integral dari strategi pengamanan bandara.

“Menjelang puncak libur Nataru, ketahanan siber menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kesiapan operasional Bandara Soekarno-Hatta agar pelayanan tetap aman, lancar, dan andal,” tegas Heru.

Pelaksanaan Cyber Security Exercise 2025 melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, termasuk instansi pemerintah, aparat keamanan, regulator penerbangan, serta unit operasional bandara. Kolaborasi ini ditujukan untuk memperkuat koordinasi dan respons terpadu dalam menghadapi ancaman siber terhadap infrastruktur kritis transportasi udara nasional.

Sebagai bandara tersibuk di Indonesia dan salah satu hub utama di kawasan Asia Pasifik, Bandara Soekarno-Hatta memandang penguatan keamanan siber sebagai langkah strategis untuk menjaga kelangsungan layanan publik, stabilitas ekonomi, serta kepercayaan masyarakat selama periode libur nasional.

(IRVN/IDH)