Ancaman Siber di Bandara Meningkat, Kemenko Polkam Uji Kesiapan Keamanan Penerbangan

Pict: polkam.go.id
Pict: polkam.go.id
Pict: polkam.go.id
Pict: polkam.go.id

IDHACK.CO.ID – Pemerintah memperkuat ketahanan siber sektor transportasi udara seiring meningkatnya risiko serangan digital terhadap sistem penerbangan nasional. Melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), negara menegaskan pentingnya perlindungan bandara sebagai Infrastruktur Informasi Vital (IIV) yang berdampak langsung pada keamanan nasional dan stabilitas ekonomi.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap pelaksanaan Cyber Security Exercise 2025 di lingkungan kebandarudaraan. Kegiatan ini dirancang untuk menguji kesiapan sistem, prosedur, dan sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai skenario insiden siber yang berpotensi mengganggu operasional penerbangan.

Dalam konteks transformasi digital, sistem penerbangan semakin bergantung pada teknologi informasi, mulai dari layanan Air Traffic Control (ATC), sistem check-in penumpang, hingga manajemen bagasi. Ketergantungan tersebut menghadirkan tantangan baru berupa ancaman ransomware, akses ilegal terhadap data penumpang, serta gangguan operasional yang dapat berujung pada risiko keselamatan penerbangan.

Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Polkam, Marsda TNI Eko D. Indarto, menegaskan bahwa latihan kesiapsiagaan siber merupakan langkah konkret dalam mitigasi risiko keamanan nasional.

“Sektor transportasi udara merupakan gerbang negara dan urat nadi konektivitas nasional. Gangguan siber di sektor ini tidak hanya berdampak pada kerugian ekonomi, tetapi juga dapat mengancam keselamatan jiwa serta reputasi Indonesia di tingkat global. Karena itu, Kemenko Polkam hadir memastikan adanya sinergi, koordinasi, dan standar keamanan yang kuat antar pemangku kepentingan,” ujar Marsda TNI Eko D. Indarto dalam sambutannya pada Cyber Security Exercise 2025 di Tangerang, Jumat (12/12/2025).

Latihan ini menguji kesiapan respons insiden siber melalui simulasi yang mencakup deteksi dini ancaman, penanganan serangan yang sedang berlangsung, hingga proses pemulihan sistem pasca-insiden (recovery) untuk menjamin keberlangsungan operasional bandara.

Kemenko Polkam menilai hasil latihan tersebut penting untuk diinternalisasi sebagai dasar penguatan kebijakan keamanan siber lintas sektor. Pemerintah juga menekankan perlunya koordinasi berkelanjutan antara regulator, operator, dan lembaga teknis guna membangun sistem pertahanan siber yang lebih tangguh.

“Kemenko Polkam mengapresiasi pelaksanaan latihan ini dan akan terus mengawal proses koordinasi lintas sektor agar hasilnya dapat diinternalisasi menjadi kebijakan penguatan keamanan siber yang lebih tangguh,” tegas Eko.

Cyber Security Exercise 2025 diinisiasi oleh Angkasa Pura dan melibatkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementerian Perhubungan, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem keamanan siber nasional, khususnya pada sektor transportasi udara yang memiliki peran strategis dalam konektivitas dan pertahanan negara.

(IRVN/IDH)