Militer Israel Peringatkan Lonjakan Ancaman Serangan Siber terhadap Israel dan AS

IDHACK.CO.ID – Kepala divisi siber militer Israel memperingatkan bahwa Israel dan Amerika Serikat tengah menghadapi tingkat ancaman serangan siber yang belum pernah terjadi sebelumnya. Peringatan ini mencerminkan meningkatnya eskalasi konflik digital yang melibatkan aktor negara dan non-negara di tengah ketegangan geopolitik global.

Peringatan tersebut disampaikan oleh Brigadir Jenderal Gabi Portnoy, Kepala Direktorat Siber Nasional Israel, yang menyoroti meningkatnya intensitas dan kompleksitas serangan siber yang menargetkan infrastruktur kritikal Israel dan sekutunya.

“Kami berada dalam era di mana ancaman siber terhadap Israel dan Amerika Serikat berada pada tingkat yang belum pernah kami hadapi sebelumnya,” kata Gabi Portnoy, Kepala Direktorat Siber Nasional Israel, dalam pernyataannya pada Desember 2025, sebagaimana dikutip media setempat.

Ia menekankan bahwa serangan siber kini tidak lagi bersifat insidental, melainkan menjadi bagian integral dari konflik modern.

Menurut Portnoy, dunia telah memasuki fase di mana perang siber berjalan berdampingan dengan operasi militer konvensional, termasuk serangan fisik dan kampanye informasi. Infrastruktur sipil dan militer kini sama-sama menjadi target potensial dalam konflik digital.

“Serangan siber saat ini merupakan bagian dari medan perang modern, dan tidak dapat dipisahkan dari konflik militer dan geopolitik yang lebih luas,” ujar Portnoy dalam konteks yang sama.

Ia menambahkan bahwa serangan tersebut menyasar berbagai sektor strategis, mulai dari energi, transportasi, komunikasi, hingga layanan publik dan pertahanan.

Ancaman siber yang meningkat ini disebut melibatkan aktor negara serta kelompok proksi yang memanfaatkan ruang siber untuk melemahkan stabilitas lawan tanpa harus memicu konflik bersenjata langsung.

Israel dan Amerika Serikat, sebagai negara dengan ketergantungan tinggi pada teknologi digital, dinilai menjadi target bernilai tinggi bagi operasi siber ofensif yang bertujuan mengganggu sistem, mencuri data, atau menciptakan efek psikologis dan ekonomi.

Militer dan otoritas siber Israel menyatakan terus memperkuat kapabilitas pertahanan siber, termasuk deteksi dini, respons insiden, dan kerja sama dengan mitra internasional. Kerja sama siber Israel–AS disebut menjadi salah satu pilar penting dalam menghadapi ancaman digital lintas batas.

Langkah-langkah tersebut dipandang krusial mengingat serangan siber modern sering kali bersifat cepat, terkoordinasi, dan sulit diatribusikan secara langsung.

Peringatan dari pejabat tinggi siber militer Israel ini menegaskan bahwa ruang siber telah menjadi domain konflik utama di abad ke-21. Negara-negara dengan infrastruktur digital maju menghadapi tantangan besar untuk melindungi sistem vital mereka dari serangan yang semakin canggih.

Situasi ini juga menyoroti pentingnya ketahanan siber nasional dan kolaborasi internasional dalam menjaga stabilitas keamanan global.

Pernyataan kepala siber militer Israel mencerminkan realitas baru keamanan global, di mana ancaman siber berskala negara menjadi bagian tak terpisahkan dari dinamika geopolitik. Bagi komunitas internasional, perkembangan ini menjadi pengingat bahwa penguatan pertahanan siber bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis.

(IRVN/IDH)